Berita DuniaBisnisHotNasionalPolitik

Hening di Tanah Air, Gemuruh di Negeri Paman Sam: 1 Ramadan 1447 H Tiba, Prabowo Pukau Investor AS dengan Danantara

JAKARTA Dua denyut nadi Indonesia berdetak bersamaan pada Kamis (19/2/2026), menciptakan simfoni nasional yang sarat makna. Di dalam negeri, suasana hening dan khidmat menyelimuti penjuru tanah air saat umat Muslim menunaikan ibadah puasa pertama Ramadan 1447 Hijriah. Namun di seberang samudra, gemuruh optimisme menggema di ibu kota Amerika Serikat, Washington D.C. Di sanalah Presiden Prabowo Subianto tengah membakar semangat para raksasa bisnis global, memastikan denyut ekonomi Nusantara tetap berdetak kencang di panggung dunia.

Hari ini, Indonesia seolah berbisik pada dunia: kami beribadah untuk ketenangan jiwa, dan kami berdiplomasi untuk kesejahteraan rakyat. Dua peristiwa besar yang sekilas bertolak belakang ini justru merekat sempurna, merepresentasikan wajah Indonesia yang religius sekaligus progresif.

Sambut Ramadan dalam Keseragaman Global

Berdasarkan hasil Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama pada Selasa (17/2/2026) lalu, awal Ramadan tahun ini jatuh pada hari ini, Kamis, 19 Februari 2026. Yang menarik, penetapan ini tidak hanya seragam di Indonesia, tetapi juga seirama dengan mayoritas negara kawasan dan dunia. Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa secara hisab, posisi hilal di seluruh Indonesia masih di bawah kriteria MABIMS, bahkan di beberapa titik masih minus 2 derajat .

“Bahkan di negara-negara Islam, posisi hilal tidak masuk kategori. Kita lihat juga Kalender Hilal Global versi Turki belum memulai Ramadannya besok,” ujar Menag dalam sidang isbat beberapa waktu lalu . Keselarasan dengan Turki dan negara ASEAN ini menjadi catatan manis, menunjukkan harmoni keumatan Indonesia dengan komunitas global. Meski sempat ada perbedaan metode perhitungan dengan sejumlah organisasi masyarakat, keputusan pemerintah ini dianut oleh mayoritas besar umat, menciptakan suasana ibadah yang khusyuk dan kompak dari Sabang sampai Merauke.

Di berbagai daerah, pasar-pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern mulai menunjukkan denyut khas Ramadan. Di Pasar Johar Semarang misalnya, para pembeli tampak antusias memburu busana muslim, termasuk model gamis “Bini Orang” yang tengah viral di media sosial karena potongannya yang longgar dan elegan . Suasana ini menjadi potret tahunan yang hangat, di mana nilai spiritual dan denyut ekonomi rakyat berjalan beriringan.

Prabowo di Kandang Singa Ekonomi: “Investasi di Indonesia adalah Investasi bagi Masa Depan”

Sementara umat di dalam negeri mulai menahan lapar dan dahaga, Presiden Prabowo justru sedang “menyajikan hidangan” istimewa bagi para investor Amerika Serikat. Dalam forum bisnis prestisius di US Chamber of Commerce, Presiden dengan percaya diri memaparkan peta besar transformasi ekonomi Indonesia. Ia tidak hanya berbicara tentang stabilitas, tetapi juga tentang lompatan besar.

Di hadapan para pemimpin korporasi AS, Presiden Prabowo memperkenalkan secara langsung motor baru penggerak ekonomi nasional: BPI Danantara. Lembaga pengelola investasi ini disebutnya sebagai kunci untuk mengkonsolidasi aset negara guna mendanai proyek-proyek hilirisasi yang ambisius . Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi ingin sekadar menjadi pemasok bahan mentah.

“Kami sangat terbuka dengan investasi. Kami butuh investasi dan ingin lebih banyak investasi. Kami yakin bahwa kami kompetitif dan menarik,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para pebisnis AS . Ia bahkan membeberkan “kartu truf” Indonesia, yaitu cadangan mineral kritis seperti nikel, tembaga, bauksit, hingga potensi besar tanah jarang yang menjadi tulang punggung industri teknologi masa depan dunia .

Langkah diplomasi ini mendapat sorotan tajam dari kalangan ekonom. Kehadiran Danantara disebut-sebut akan menjadi game changer, di mana pemerintah tidak hanya menawarkan kemudahan berusaha, tetapi juga kemitraan strategis dalam 18 proyek hilirisasi yang dicanangkan tahun ini. Salah satu yang menarik perhatian adalah proyek pengolahan sampah menjadi energi dengan nilai investasi mencapai Rp 50,4 triliun .

Lebih dari sekadar angka, Presiden Prabowo juga menyentuh dimensi historis hubungan Indonesia-AS. Ia mengingatkan bagaimana negeri Paman Sam pernah hadir membantu Indonesia di masa kritis pangan melalui program Public Law 480 di era 1960-an. “Saya kira kami memiliki kekuatan di mineral kritis… Ini adalah masa depan,” imbuhnya, merajut benang merah antara masa lalu, upaya keras di masa kini, dan lompatan besar di masa depan .

Dua Garis Menuju Satu Titik: Indonesia Maju

Dua peristiwa besar di hari yang sama ini—isbat yang menyatukan umat dan diplomasi yang membuka mata dunia—adalah cermin dari strategi pembangunan yang utuh. Program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus didorong Presiden dari panggung internasional, misalnya, mendapatkan tempatnya. Di forum AS, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa MBG yang telah memiliki 23.000 dapur dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja lokal itu adalah bukti nyata bahwa demokrasi harus menghadirkan kesejahteraan .

Maka, ketika umat di dalam negeri membaca doa berbuka puasa nanti, mungkin doa itu akan turut menyertai para delegasi Indonesia di Washington yang masih bergelut dengan zona waktu dan tumpukan jadwal diplomasi. Ramadan tahun ini tidak hanya mengajarkan tentang menahan diri, tetapi juga tentang bagaimana sebuah bangsa bergerak cepat, tidak meninggalkan akar budaya dan spiritualitasnya, serta berani bersaing di kancah global.

Pada Kamis (19/2/2026) ini, Indonesia menuliskan kisahnya: khusyuk di rumah, tetapi gemilang di pentas dunia. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, dan selamat menyaksikan Indonesia yang semakin diperhitungkan.

Related Articles

Back to top button